Fungsi BB; Produktif Atau Cuman Begayaan Doang?

Kamis, 26 Januari 20120 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Blackberry (BB) sudah menjadi barang umum disini, mulai para pejabat sampai penjual sayur udah pada nenteng, terkait fungsi aku tak ambil pusing, semua ada ditangan mereka. Tetapi entah kenapa, akhir-akhir ini aku mulai agak bete karena banyak teman baru suka bolak-balik menanyakan pin BB, boro-boro pin, blekberinya saja aku ga punya. Mau dikasih pin ATM juga ga ada gunanya wong saldonya ga pernah jauh dari angka 100 ribu. Kadang malah ada yang lebih sadis, saat aku sms bukannya dijawab sesuai pertanyaanku malah dibalas, " Blackberry Messenger (BBM) saja, pak. Jangan sms, boros..." ku balas saja, “BBM mbahmu...”. Ngga tau kali ya kalau harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan mahal banget dan harus antri lama di SPBU.

Bukan aku ngga mau disebut anak gaul, namun aku belum ada minat menggunakan BB, salah satu penyebabnya adalah bentuk keyped-nya yang ngga asik, terlalu lama menggunakan communicator ber-keyped besar membuatku kagok harus mijit tombol yang mungil. menurutku Keyped full qwerty yang lebar ala communicator sangat nyaman buatku ngetik berpanjang-panjang dengan cepat, dan ini jelas banyak membantu dalam kerjaanku sebagai pewarta.

Selain itu alasan berikutnya adalah soal biaya, rasanya sayang jika harus buang pulsa secara tetap sekian ribu perak sehari hanya untuk chatting dengan komunitas terbatas BB doing, apalagi melihat perubahan perilaku teman setelah beralih menggunakan BB, merasa sudah bayar harian, mereka seperti memaksakan diri untuk terus menggunakan semua fitur gratisannya semaksimal mungkin, tiap waktu Yahoo Messenger (YM)-an atau facebook-an hanya karena sayang kalau sudah bayar tapi tidak dipakai, bukan karena butuh komunikasi untuk menunjang aktifitas kerja.

Kalau hanya untuk berkomunikasi teks dengan murah, sepertinya hampir semua operator seluler yang ada sekarang memberikan bonus sms gratis sampai ratusan bahkan ada yang sampai ribuan Short Message Service (SMS), lagian untuk urusan penting, aku lebih suka telephone daripada mengandalkan percakapan berbasis teks yang rawan salah paham, bagaimanapun juga bahasa tulisan lebih susah dipahami karena tanpa ekspresi yang memadai, dengan cara telephone semua pertanyaan bisa langsung mendapat jawaban tanpa harus menunggu balasan. Yang lebih penting lagi, tidak merepotkan lawan bicara yang harus ikut keluar pulsa untuk balas sms. Inilah yang terkadang membuatku bingung ketika ada orang yang sms belum sempat dibalas terus ngambek tanpa dia mau tahu kita punya pulsa atau sudah buka sms-nya apa belum, apalagi setelah sms dia membalasnya dengan menanyakan pin.

Sedikit mengungkap tabir misteri dunia perbisnisan BB yang dikelola oleh Research In Motion (RIM) besutan Kanada tersebut ternyata tidak memiliki pabrik di negeri ini, padahal pengguna BB terbesar Asia Tenggara adalah Indonesia, apalagi yang mau dikata. Meski Indonesia merupakan pengguna BlackBerry terbesar di Asia Tenggara. RIM sebagai perusahaan besar ternyata telah terlanjur memposisikan Indonesia hanya sebagai pengguna/konsumen dan sumber penghasilan saja. Inilah pelajaran besar yang harus kembali direfleksikan oleh bangsa ini. Ketika kita masih saja senang bahkan bangga menjadi bangsa konsumen dan tidak lagi bergairah menjadi bangsa produsen. Semoga saja somasi yang dipertontonkan RIM bisa membelalakan mata kita sehingga keluar dari perangkap hiperrealitas serta berhenti menjadi korban stimulasi dan konsumerisme.

Communikator
Aku pribadi ngga begitu ambil pusing ketika ada yang menganggapku gagap technology (Gaptek), Entah jika suatu saat aku merasa BB memang benar-benar bisa menambah produktifitas kerja, mungkin aku maksain beli. Kalo sekedar buat ikut-ikutan, kayaknya mubadzir buatku. Lagian komunikatorku masih sangat memadai untuk kerja dan ngeblog. Pertanyaan bagi para pengguna BB, berdasarkan pengalaman penggunaannya lebih banyak buat kerja atau buat hiburan doang..? Nah lo…

Share this article :

Posting Komentar

Followers My Blog

 
Support : Creating Website | Fahruddin Fitriya SH | Kecoak Elektronik
Copyright © 2012. PENA FITRIYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Vitrah Nusantara
Proudly powered by Blogger