Lawang sewu; Indah, Bersejarah dan Misterius

Sabtu, 14 Juli 20123komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Lawang Sewu, Lokasi; Bundaran Tugu Muda Semarang

Mendengar kata “Kota Semarang” sebagian besar orang pati terbayang dengan sebuah situs bersejarah, Lawang Sewu. Sebuah bagunan yang dibangun pada masa kolonial Belanda ini sudah menjadi ikon bagi kota lumpia.


Bahkan tak sedikit warga yang memanfaatkan lokasi ini sebagai tujuan wisata misteri, tak terkecuali diriku yang sudah bertahun-tahun tiggal di kota ini, bisa dibilang aku menghabiskan masa remajaku di kota yang terlentak di pantai utara pulau jawa tersebut.

Bangunan yang dibangun pada 1903 silam, masih berdiri kokoh hingga kini. Dari bagunan yang sudah sekian tahun berdiri dan berbagai fungsi sebelumnya, menjadikan lawang sewu ini di selimuti banyak cerita misteri, hingga memunculkan pro-kontra, khususnya menyangkut aspek kegunaannya.

Ababil Semarang, Latar; Lawang Sewu
"Jaman Semono ijek olo"
Meski lokasinya berada di kawasan Tugu Muda yang dijadikan sebagai pusat Kota Semarang, Lawang Sewu tetap saja tak bisa lepas dari karakter keangkerannya.

Bebeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pengunjung bisa dengan leluasa keluar masuk dengan di temani seorang juru kunci, namun, semenjak ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah kota Semarang, hanya pada jam dan hari-hari tertentu warga bisa masuk untuk mengagumi keunikan arsitektur lawang sewu.

Terkait dengan fungsi, sebelumnya gedung ini pernah dipakai untuk kantor PT Kereta Api dan pernah pula dipakai sebagai kantor Dinas Perhubungan serta kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro), toh eksotisme bangunan kuno yang disuguhkan terbukti mampu mengukuhkan Lawang Sewu sebagai kawasan wisata misteri nomor satu di kota Semarang.

Misteri lawang sewu; penampakan bayangan
Menjelang era reformasi, di mana kekuatan pemerintahan Orde Baru masih mencengkeram kuat, gedung Lawang Sewu sempat diisukan akan dibeli keluarga Cendana dan bakal disulap menjadi hotel berbintang lima. Kalau saja era reformasi gagal digelindingkan, sudah barang tentu gedung Lawang Sewu yang begitu bersejarah sekarang telah berubah bentuk menjadi kawasan bisnis yang hanya menyenangkan kaum kapitalis. Mengapa wisatawan belakangan ini begitu penasaran dan mempunyai keinginan kuat untuk melihat Lawang Sewu dari dekat? Salah satu alasannya, konon gedung berarsitektur unik ini menyimpan kekuatan magis seribu hantu.

Misteri lawang sewu; bayangan sebuah "muka" tertangkap kamera
Hal tersebut bisa dimaklumi, karena pada masa peperangan dulu, yang melibatkan Angkatan Muda Kereta Api (pemuda-pemuda Semarang) melawan bala tentara Kido Buati Jepang, gedung Lawang Sewu menjadi ajang penyiksaan dan pembantaian. Tidak jelas berapa nyawa telah melayang, tapi jumlahnya bisa dipastikan mencapai ribuan.

Saking banyaknya korban yang dibantai pada waktu itu, Lawang Sewu kini juga mendapat julukan sebagai kawasan wisata horor. Menegangkan sekaligus mengasyikkan. Puluhan paranormal dari berbagai penjuru Tanah Air pun sempat menjadikan tempat ini sebagai ladang perburuan hantu.

Dinamakan Lawang-Sewu karena gedung tersebut memiliki ciri khas bangunan megah ini memiliki pintu atau lawang sebanyak seribu atau sewu.

Pemerintah Kota Semarang telah memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah yang wajib dilindungi. Sesuai kaidah arsitektur morfologi bangunan sudut, Lawang Sewu yang cantik memiliki menara kembar model ghotic yang terletak di sisi kanan dan kiri pintu gerbang utama. Model bangunan gedung yang memanjang ke belakang makin mengesankan kekokohan, kebesaran, dan keindahan.

Catatan sejarah; Lawang Sewu yang selalu dipadati wisatawan pada musim liburan tersebut, dibangun pertama kali pada tahun 1903 dan diresmikan pengunaannya pada 1 Juli 1907 difungsikan sebagai kantor Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij atau dikenal NIS. Kekunoan Lawang Sewu kini tak kalah menarik dari Gereja Belenduk yang begitu fenomenal dan berdiri kokoh di kawasan Kota Lama Semarang.

Gedung megah bergaya art deco yang bercirikan ekslusif yang berkembang pada era 1850-1940 di benua Eropa itu, menjadi salah satu karya dua arsitek ternama Belanda yaitu: Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag. Seluruh proses perancangan dilakukan di Negeri Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangi di Amsterdam tahun 1903.

Disclaimer; Yang jelas lawang sewu dulu dan kini berbeda. Dulu, Lawang Sewu terlihat kusam dengan bekas cat yang terkelupas di sana-sini. Kini, gedung tua itu mulai diremajakan dan menampakkan kembali kegagahannya sebagai pusat sejarah. Jika masih  ada orang yang beranggapan bahwa Lawang Sewu Angker itu kembali kepada diri mereka masing-masing .”percaya atau tidak”… Akan lebih menarik lagi jika anda langsung yang membuktikannya sendiri!!! Ayo ke Semarang, kalo boleh numpang yah, mo pulang kampung…hehe.

Kasongan, 14/7 2012.
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

28 Januari 2013 pukul 21.49

q udh kzna
dan memg keren
u knal slah 1 guide dzna g?
Kalu ad share ke nope qu 083866738911

1 Februari 2013 pukul 17.59

langsung aja ke tkp, disana banyak aja yg menyewakan jasa guide.... tanya sama tukang parkir semua pst tau bro, sory reply nya ngga fungsi

1 Februari 2013 pukul 18.04

langsung aja ke tkp, disana banyak aja yg menyewakan jasa guide.... tanya sama tukang parkir semua pst tau bro, sory reply nya ngga fungsi

Posting Komentar

Followers My Blog

 
Support : Creating Website | Fahruddin Fitriya SH | Kecoak Elektronik
Copyright © 2012. PENA FITRIYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Vitrah Nusantara
Proudly powered by Blogger