Banjir Di Katingan (Bagian-II)

Senin, 12 November 20120 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Berita BOX 'Palangka Ekspres'

Berkah Dibalik Banjir

Banjir di Kasongan
Bagi sebagian orang, banjir menjadi berkah tersendiri, beberapa orang memanfaatkan momen ini untuk mengais rejeki dengan menawarkan jasa penyebrangan, mencari ikan sampai memanfaatkan air banjir ini untuk mencuci motor, bahkan sebagian masyarakat menjadikan luapan air ini bak kolam renang raksasa.
---------------------------------------------------
Datangnya banjir memang sudah mulai akrab bagi sebagian masyarakat Katingan, karena banjir ini pula banyak aktifitas yang dilakukan masyarakat yang hanya terjadi saat musim banjir tiba. Salah satunya adalah yang dilakukan, Muhammad Hanafi warga Komplek Perumahan di bilangan jalan Haji Ikap.

Karena sebagian besar jalan dan gang di tempatnya tinggal digenangi air, ia terpaksa harus menggunakan getek (papan yang dirakit dengan tong) untuk menuju jalan utama. Karena hal sama di alami warga lain, belakangan banyak yang menggunakan jasanya. Meskipun awalnya ia tak berniat mengkomersilkan idenya tersebut, namun tak sedikit warga yang merasa terbantu memberikan upah dengan sukarela padanya.

“Tak ada niat untuk meminta upah, namun mereka dengan suka rela memberikannya,” terang Hanafi saat di bincangi Palangka Ekspres, kemarin (11/11). Selain itu ia mengaku tidak ada tariff baku untuk menyebrangkan warga, “terserah mereka mau kasih berapa,” timpalnya.

Lain lagi yang dilakukan Adul warga Kasongan Seberang, luapan air yang sudah hampir seminggu menggenangi tempatnya tinggal dimanfaatkan untuk mengais rejeki dengan memasang Rengge (Bahasa Dayak; Jaring penangkap ikan) dan Pangilar (Bahasa Dayak; Perangkap Ikan).

Dalam sehari ia mengaku dapat menangkap 20-25 Kg ikan Saluang (Latin; Rasbora) bahkan jika mujur, ikan lain seperti baung dan patin dengan ukuran super jumbo tak jarang nyangkut di perangkapnya.

“Kalau musim banjir seperti ini, kami tak berani menangkap ikan di sungai karena arusnya deras, terpaksa kami pasang rengge dan Pangilar disekitar rumah” ujarnya.

Ketika disinggung soal penghasilan ia menjelaskan jika hasil yang diperoleh bisa 4 sampai 5 kali lipat daripada dirinya harus mencari ikan di sungai, belum lagi cost (biaya) mencari ikan di sungai juga tergolong tinggi.

“Pendapatan bersih bisa berkisar 300-an perhari,” ucap Adul.

Masyarakat lain juga tak mau ketinggalan untuk memanfaatkan momen banjir ini, sebagian dari mereka memanfaatkanya untuk mencuci motor sampai dengan mandi dan bermain air di lokasi-lokasi banjir yang tidak berarus deras.

Meski demikian warga juga harus tetap waspada dengan ancaman yang mingintai, seperti terseret arus dan terkaman buaya. “Beberapa waktu lalu kami sempat melihat buaya muncul disekitar rumah kami,” Tutur Rini.
Share this article :

Posting Komentar

Followers My Blog

 
Support : Creating Website | Fahruddin Fitriya SH | Kecoak Elektronik
Copyright © 2012. PENA FITRIYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Vitrah Nusantara
Proudly powered by Blogger