Kartun Upin Ipin Roasting Kebakaran Hutan Kita
Ketika kartun anak-anak dari negeri jiran lebih rajin bicara soal jerebu daripada kita yang menghasilkannya. Pagi itu rumah saya seperti pasar kecil yang belum siap buka. Istri sibuk di dapur menyiapkan bekal untuk Varsha dan bekal untuknya sendiri karena ia sif pagi. Saya kebagian tugas yang lebih heroik; memandikan Varsha. Mandikan anak tujuh tahun itu bukan sekadar aktivitas kebersihan. Itu negosiasi. Air terlalu dingin. Sampo perih. Sabunnya bukan yang wangi stroberi. Handuknya kurang lembut. Setiap langkah adalah komplain. Saya hanya bisa mengangguk-angguk seperti customer service yang sudah pasrah. Selesai mandi, saya ganti bajunya. Varsha langsung lari ke ruang tengah, menyambar remote, dan menyalakan televisi. Zira, adiknya, sudah menunggu di sofa seperti penonton setia yang tidak pernah absen. Dua bocah, satu layar, satu misi. Kartun pagi. Saya? Santai. Tidak ada agenda pagi. Ke kantor paling siang, atau sore, atau kalau semesta baik, tidak sama sekali. Saya lewat ...






