Barito Timur Kabupaten Beta

Rabu, 01 Februari 20121komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


- Papan Pemberitahuan -
Batas wilayah hukum antara Barito Timur & Barito selatan
Sebuah Kabupaten yang masih terus mencari bug-bug program agar bisa menjadi Kabupaten yang full version, begitu banyak biaya riset yang harus dikeluarkan karena harga sebuah program canggih berlisensi memang mahal. Sudah jadi resiko ketika sebuah Kabupaten masih berversi trial ini melakukan instal dan reinstal aplikasi pendukung program kabupaten beta yang tepat.

Ketidakpuasan bukanlah sebuah aib untuk produk berlabel beta. Tindak lanjut oleh mereka yang merasa puas biasanya terbagi dalam dua hal. Sebagian begitu antusias dan berharap Kabupaten ini segera terbebas dari segala pembatasan. Yang sebagian lagi merasa sayang membayar mahal secara relatif dan lebih suka mencari aplikasi crack untuk mencuranginya. Seolah mereka lupa bahwa crack itu seringkali disisipi virus yang bisa merusak program tanpa disadari. Efek domino akan terjadi. Kecurangan yang satu akan selalu diikuti kecurangan lain. Virus, worm, spyware, malware, korupsi, kolusi dan sebagainya akan semakin banyak mengganggu pengembangan program kabupaten beta ini.

Selain menjadi craker, beberapa lainya belajar menjadi hacker. Keinginan merebut kendali program berkembang dalam dua versi tindakan. Yang pertama bergerak secara samar membuat berbagai macam virus untuk melemahkan kabupaten ini secara perlahan. Mereka menunggu popularitas operating system terpasang menurun di kalangan user, agar mereka bisa mempromosikan sistemnya sendiri dan mendapatkan pasar. Mungkin ini memang bisa berhasil. Kampanye kotor semacam ini secara jangka pendek bisa efektif untuk merebut kekuasaan. Namun secara mendasar, teramat besar kekuatan yang harus dimiliki untuk membangun kembali kultur yang terlanjur dirusak secara sistematis dengan metode pelemahan moral sebelumnya.

Merobohkan dasar pondasi seharusnya dilakukan setelah menyiapkan sistem lain yang sudah full version dan bebas bug. Kenyataan yang ada, sistem operasi dibongkar dan diganti dengan versi beta juga. Jadinya rakyat sebagai user selalu dipaksa untuk menikmati proyek trial error para penguasa yang baru. Tak jarang para pembuat program baru ini malah hanyut kedalam paradigma program lama dan melupakan tujuan semula mereka membuat virus agar bisa menjadi robinhood.

Namun tidak sedikit memilih bergabung dengan komunitas open source yang tak memikirkan keuntungan pribadi. Mereka bisa membuat berbagai macam program yang handal dengan biaya gotong royong. Namun ketika sila pertama sudah diamandemen menjadi Keuangan Yang Maha Kuasa, segala ketulusan mereka selalu dipinggirkan dengan berbagai cara. Open source itu mahal namun tidak bisa dijadikan lahan basah bagi penguasa dan pengusaha, bagi pejabat dan penjahat.

Pandangan miring terhadap open source tak cuma menjadi milik pembesar. End user level terbawah pun lebih suka diracuni oleh para penguasa dan menganggap lebih asik nge-crack program trial daripada menggunakan program gratisan yang disiapkan oleh komunitas peduli bangsa. Amandemen sila kedua Keadilan Sosial Bagi Seluruh Penguasa dan Kroninya juga berhak mereka nikmati. Sayang cara mereka meminta keadilan kadang berada di jalan yang keliru.

Kita dicekoki penguasa dengan amandemen sila ketiga yang berbunyi Mangan Ora Mangan Asal Kumpul. Akibatnya rakyat jadi gemar berkumpul tanpa perlu mikirin makan apa engga dan harus puas dihibur dagelan para wakilnya. Kenapa kita tidak milih ngumpul dengan komunitas open source untuk bergotong royong membuat program-program nyata untuk memperbaiki kabupaten ini. Sama-sama tidak makan tapi akan berbeda hasil akhirnya.

Banyak kearifan lokal yang bisa digali di Kabupaten ini. Sayang kita lebih suka hidup dikotak-kotakan oleh konspirasi tingkat tinggi yang bersembunyi di balik tren. Sesuatu yang luhur dikatakan jadul. Yang masih mau menggali dibelokan ke arah yang keliru. Tuntutan akan adil makmur selalu ditepis dengan buaian akan hadirnya sosok Ratu Adil tanpa kita dikasih kesempatan berpikir secara nalar. Kita hanya diam menunggu Satrio Piningit yang katanya masih bersemedi di ujung dunia. Lupakah kita bahwa dunia ini bulat dan tidak ada ujungnya..?

Bisa juga semua ini merupakan kesalahan dari numerologi sejarah suksesi rejim negeri ini. Rejim orde lama digantikan oleh orde baru di tahun 66. Orde baru tumbang dan orde reformasi berkuasa tahun 99. Bisa jadi angka yang sama membuat perjalanan sejarah juga berjalan di alur yang sama. Mungkin ini perlu juga dipikirkan oleh para pembuat program untuk memilih angka yang tepat saat mengganti sistem, agar sejarah bisa berbalik dan atas bawah sama sama nikmat. Misalnya pakai angka 69.

Tamiang Layang, 2012
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

16 Maret 2016 pukul 21.51

Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'

Posting Komentar

Followers My Blog

 
Support : Creating Website | Fahruddin Fitriya SH | Kecoak Elektronik
Copyright © 2012. PENA FITRIYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Vitrah Nusantara
Proudly powered by Blogger