Lagi, Sengketa lahan

Minggu, 16 September 20120 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


#Jangan jadikan warga Katingan sebagai tumbal

SENGKETA LAHAN; Ratusan warga geruduk DPRD Katingan
Sepertinya kasus sengketa lahan atau beberapa orang di republik ini bilang konflik lahan sudah menjadi semacam polemik, bak lingkaran setan yang nyaris tak berujung dan berpangkal. Bahkan pernah juga aku berpikir jika persoalan ini sengaja diperoduksi oleh oknum tertentu, tapi entahlah. Wallahu A'lam Bishawab.

Namun apapun itu aku cukup bersyukur, karena bukan hanya aku yang terpusingkan olehnya, bahkan orang nomor satu di negeri para siluman ini juga ikut-ikutan mumed (Bahasa jawa; pusing). Dari salah satu kabar burung yang beredar, ia hampir setiap minggu menerima keluhan soal sengketa lahan. Keluhan itu disampaikan melalui pesan singkat, maupun surat.

"Ada tumpang tindih sengketa lahan sehingga sering terjadi benturan di lapangan," ujar Susilo Bambang Yudhoyono, pada sebuah sidang kabinet. (kutipan dari salah satu media terkemuka di Nusantara).

Alih-alih menuntaskan masalah, SBY memerintahkan pihak Kejaksaan Agung berkonsultasi dan koordinasi dengan Badan Pertahanan Nasional (BPN). Pemerintah telah membentuk tim khusus untuk menangani masalah pelik ini. Ternyata, selain hobi bagi-bagi kepusingan, pemerintah juga paling hobi melahirkan tim khusus, seperti tak percaya institusi formal.

Apa pun, tim khusus tersebut telah mengidentifikasi beberapa persoalan terkait sengketa tanah. Karena itu, kita tunggu efektifitas tim ini. Hilangkan sikap skeptis menanti penyelesaian yang dijanjikan. Anggap saja kegagalan tim-tim sejenis sebagai masukan berguna untuk tim khusus sengketa lahan itu. Amin.

Dengan begitu warga dari tujuh desa di Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, yang beberapa waktu lalu menggeruduk DPRD Katingan, Senin (10/9), tak perlu membuktikan ancamanya berdemo ke Jakarta, apalagi sampai ke KPK.

Oke kita berhenti dan sejenak menalar ancaman mereka; ternyata bukan hanya SBY yang terkikis kepercayaannya dengan lembaga formal yag ada, buktinya masyarakat saja memandang sebelah mata wakil mereka.

Kembali lagi ke persoalan warga Katingan, Warga Katingan itumereka menuding PT Kereng Pangi Perdana (KPP), tak beritikad baik. Mereka menganggap perusahaan besar swasta di bidang perkebunan itu, telah mencaplok lahan warga, tanpa ganti rugi. Warga meminta pemerintah daerah tak lagi memberikan izin secara serampangan. Terutama yang merugikan rakyat.

Keterlibatan pemerintah mutlak diperlukan. Apalagi, silang sengketa lahan di Negeri ini didalangi mafia tanah. Di dalamnya, seperti diakui Kepala BPN Hendarman Supandji, ada pegawai BPN dan investor nakal. Persekongkolan jahat pemilik modal dan aparat pemerintah lancung, senyawa yang pas dalam pergerakan mafia tanah. (nah, kan ada oknum)

Celakanya, warga nyaris selalu kalah dalam penanganan sengketa lahan, yang melibatkan investor. Lebih celaka lagi, kalau masyarakat dituding sebagai penghambat pembangunan. Akhirnya, masyarakat hanya menjadi pecundang. Rakyat tersungkur tak berdaya dicap telah menggagalkan masuknya investasi besar.

Setidaknya, itu yang dirasakan masyarakat tujuh desa di Pulau Malan, Katingan, saat menyoal kesewenangan PT KPP tersebut. Jika rakyat yang melanggar, dituduh menambang liar, aparat bersikeras mengejar mereka sampai ke hutan. Masih bagus kalau perburuan itu tanpa tendangan, pukulan, atau sumpah serapah.

Maka kepada kalangan DPRD Katingan, warga dari tujuh desa --Tumbang Banjang, Buntut Bali, Dahian Tunggal, Garagu, Tumbang Tanjung dan Tumbang Lahang-- itu meminta dimediasi. Mereka berharap ada perlakuan adil. Kepada para anggota dewan yang terhormat, mereka meminta agar menyuarakan aspirasi rakyat. Tuntutannya, siapa pun yang bersalah harus diperiksa, diproses secara hukum, tanpa pandang bulu.

Demo damai masyarakat Katingan ini harus diapresiasi. Mereka masih berpikir jernih, menyelesaikan sengketa secara baik-baik. Jangan sampai kesabaran mereka habis. Jangan tunggu rakyat berdemo anarkistis (vandal). Segera tangani keluhan mereka. Kembalikan hak rakyat Katingan itu, sebelum semuanya menjadi gelap mata. Semoga ini menjadi jurnal terakhir terkait sengketa lahan. Amin ya Rab…

Share this article :

Posting Komentar

Followers My Blog

 
Support : Creating Website | Fahruddin Fitriya SH | Kecoak Elektronik
Copyright © 2012. PENA FITRIYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Vitrah Nusantara
Proudly powered by Blogger