Mengunjungi Gedung Tertinggi Di Malaysia

Jumat, 21 Februari 20140 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Twin Tower Petronas Hall
‘Belum ke Malaysia Kalau belum ke Twin Tower Petonas’, demikian sering terucap oleh sebagian wisatawan yang melancong ke Negeri Jiran tersebut. Gedung berkantornya perusahaan raksasa Petronas Oil ini dirancang oleh seorang arsitek asal Argentina bernama Cesar Pelli, terisnpirasi dengan corak geometri dalam seni bangunan Islam. Menara kembar setinggi 452 meter dengan bentuk menyerupai Rub el Hizb, yakni bintang dengan delapan titik dari persegi yang bertumpuk-tumpuk. Bingung? Ya pokoknya seperti itulah penjelasan guide kami. Penasaran, berikut laporannya;

Fahruddin Fitriya//Palangka Ekspres

(Bag.IV)Hari berikutnya tujuan utama rombongan Jalan-Jalan Bersama Kaltengpos dan Mitra yang dipandu ADA Tour ‘n Travel adalah mengunjungi Twin Tower Petronas. Tapi tahukah Anda jika ternyata kedua tower tersebut dibangun oleh perusahaan kontraktor yang berbeda. Tower pertama dibangun oleh Hazama Corporation dari Jepang dan Tower kedua dibangun oleh Samsung Engineering & Construction dari Korea Selatan. Saking tingginya, menara 88 lantai ini keliatan dari kejauhan ketika bus kami masih dalam perjalanan menuju kesana.

“Wah, saya semakin tidak sabar untuk melihatnya dari dekat,” ujar Mba Olla, salah seorang peserta tur.

Sesampainya di bangunan yang terletak di antara Jalan Ampang dan Jalan Raja Chulan, Kuala Lumpur ini, saya beserta rombongan langsung dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Dengan waktu yang tidak begitu banyak, kami diberi kesempatan untuk berkeliling Pusat Perbelanjaan semacam Suria KLCC, Pusat Sains Petronas, Galeri Seni Petronas, The Aquaria Oceanarium, Petronas Philharmonic Hall atau berfoto di Taman KLCC. Meski akhirnya pilihan jatuh untuk opsi terakhir.

Saat berbincang dengan Mas Daniel Pamungkas, Satu dari tiga Guide kami, ia menjelaskan, Sebenarnya kita juga dapat naik ke atas menara dengan membeli tiket seharga 10 RM (sekitar Rp. 38.000,-) untuk sampai di skybridge (lantai 41-42) dan 20 RM (Rp. 76.000,-)  untuk sampai di puncaknya.

“Tapi pihak pengelola hanya menjual 1000 lembar tiket perhari,” ujarnya.

Selain tidak cukup waktu dan terbatasnya tiket yang dijual, saya bersama rombongan memutuskan untuk berkeliling di taman depan menara itu. Dan tentunya berfoto-foto lagi, “kapan lagi bisa kesini,” ucapku dalam hati.

Memantau spot foto terbaik, kami memutuskan untuk mengambil beberapa foto dari arah taman KLCC. Disini ternyata memang banyak spot bagus untuk mengambil gambar dengan latar belakang Twin Tower yang menjulang. Kami pun menutup perjalanan di Menara Kembar Petronas dengan mengabadikan beberapa momen langka bersama teman di taman ini, sekaligus menjadi bahan cerita kami sekembalinya ke Indonesia nanti.

Satu catatan penting yang perlu diingat bahwa Twin Tower Petronas tidak dibuka pada hari Senin, jadi persiapkan jadwal kegiatan Anda dengan baik sebelum berkunjung ke Kuala Lumpur.

Seusai berfoto dan berkeliling di taman KLCC, didalam bus, Kak Ayu, yang asli warga Malaysia ini menjelaskan apa saja yang ada di dalam dua menara tersebut, Menara pertama atau menara satu diisi oleh perusahaan Petronas, seluruh kantor yang berhubungan dengan Petronas terdapat di menara satu ini. Kemudian menara kedua diisi oleh perusahaan-perusahaan lain seperti Huawei Technologies, Microsoft, IBM, Boeing, Bloomberg, Reuters, Krawler dan masih banyak lagi yang lainnya.(fit) Bersambung...
Share this article :

Posting Komentar

Followers My Blog

 
Support : Creating Website | Fahruddin Fitriya SH | Kecoak Elektronik
Copyright © 2012. PENA FITRIYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Vitrah Nusantara
Proudly powered by Blogger